checking app

Karir sebagai software quality assurance / tester itu keren banget!

Jika kamu adalah mahasiswa yang akan/baru lulus dan mulai mencari-cari lowongan kerja di bidang software development, mungkin bisa dipertimbangkan lowongan sebagai Software tester/QA sebagai pilihan karir yang bagus. Kenapa begitu? Oke mari saya tunjukan kenapa menjadi seorang software tester itu sangat menarik.

Sebagai gambaran, saya sendiri memulai karir di dunia tech sebagai software tester secara tidak sengaja, karena memang sedari kuliah tidak tahu ada roles software tester di industri pengembangan aplikasi komputer, tapi nyatanya sampai sekarang saya tidak menyesal mengambil pilihan software testing sebagai karir saya.


Apa itu software tester/software quality assurance secara sederhana?

Sebagai pembuat aplikasi teknologi, kita tentu ingin mempersembahkan pengalaman terbaik bagi pengguna, nah tester disini akan mencoba aplikasi baru sebelum pengguna sesungguhnya, agar nantinya tim bisa mencapai standar mutu terbaik

Alasan-alasan nyata kenapa software tester/software QA adalah pilihan karir yang keren

Semua berlomba menjadi digital

Jaman now, semua kebutuhan kita sudah mulai tersedia dalam genggaman, dari mencari berita, beli makanan, transfer uang, kursus dan lain-lain sudah serba online, ini karena imbas dengan banyaknya perusahaan startup yang berdiri. Akan selalu ada pilihan untuk layanan online yang bisa kita gunakan, tetapi selalu yang terbaiklah yang akan bertahan. Nah bagaimana layanan itu mencapai yang terbaik? Jawabanya adalah dengan selalu memberikan layanan berkualitas bagi pengguna. Disinilah alasan kenapa lowongan sebagai tester/QA selau ada.

 
sumber gambar: http://fintechnews.sg/4814/indonesia/new-fintech-report-highlights-indonesias-untapped-opportunity/

Bayaran nya bagus

Banyak mitos yang beredar, kalo karir sebagai tester/QA itu bayarannya lebih sedikit daripada menjadi developer, tapi percayalah ini tidak benar. Sebagai fresh graduate/karir pertama, tentu profesi sebagai tester atau developer memiliki standar gaji yang sama, seiring berjalan waktu, semakin bertambah kemampuan kamu, maka pendapatan yang kamu terima pun semakin besar, karena perusahaan pun akan melihat kemampuan kamu sebagai aset masa depan. Apalagi kalau kamu menguasai automation test, kamu bisa jadi lebih cepat naik gajinya ahaha

 
techinasia job, diakses 7-des-2018 19.00

Relatif lebih mudah bagi kamu untuk menjadi tester/SQA

Coba lihat deh lowongan yang banyak beredar, apakah kriteria menjadi seorang software tester/SQA? Biasanya bahkan bisa aja menerima dari jurusan TI loh, karena dari segi tester pun ada yang menjadi manual tester ataupun automation tester. Kalau manual tester umumnya kemampuan menganalisa masalah yang menjadi kebutuhan besar, kalau automation tester kamu harus senang dengan koding, tapi koding yang ada di tester ga terlalu komplex seperti developer sih menurut saya. Relatif :P

Perpindahan dari developer ke testing jauh lebih mudah

Pernah ngerasa bosen ngelihat kode terus? Pindah jadi tester juga seru loh! Karena kamu akan mulai berfikir lebih ekploratif, deduktif, sebab-akibat seperti layaknya detektif partikelir sedang menganalisa kasus hilang nya data transaksi akibat bug yang berkeliaran :D

Apalagi jika dengan latar sebagai developer kamu akan memiliki keuntungan karena tahu betul bagaimana aplikasi dibuat, sehingga bisa memverifikasi aplikasi sudah dibangun dengan benar. Belum lagi kamu akan lebih mudah mempelajari automation tools macam selenium, karena sudah memahami cara kerja kode.

Ilmu yang mudah dipelajari

Alat untuk membantu testing banyak yang sudah memiliki tampilan bagus kok, seperti postman, katalon studio, apalagi dengan googling sedikit kita bisa mempelajari konsep testing dari dasar hingga mahir, dari ISTQB hingga BDD cucumber

Tidak pusing dengan tools

Jika kamu developer tentu familiar dengan banyaknya library dan framework yang ada diluar sana, apalagi jika kamu adalah javascript developer, sepertinya setiap hari selalu saja ada library/framework yang lahir dan banyak dibicarakan komunitas. Tapi tren seperti itu relatif tidak terjadi di dunia testing. Konsep testing jarang berubah, tools/libarary pun didominasi oleh teknologi yang serupa, selenium mungkin library yang penting, tinggal selera saja pilih bahasa pemrograman apa untuk pilih library menjalankan selenium, dan selama 3 tahun terakhir pun tidak banyak berubah

 
Photo by Markus Spiske on Unsplash

Mengembangkan sayap

Ketika kamu telah memiliki kemampuan yang mumpuni di dunia testing atau SQA, menurut saya sangat mudah ketika memutuskan untuk menjalani karir sebagai business analyst, product owner, scrum master bahkan devops. Karena secara umum kamu sudah :

  • Menguasai seluk beluk aplikasi, dari segi bisnis, koding, dan user
  • Kemeampuan komunikasi yang baik
  • Lancar dalam menyampaikan gagasan yang mudah dimengerti oleh developer, product owner, dan stake holder
 
Jenjang karir (Tegar, sumber: http://www.isqa.club/?p=280)

This article was updated on 18 Feb 2019

Comments